Ka’bah adalah bangunan paling mulia di muka bumi. Jutaan muslim dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Kendari dan Sulawesi Tenggara, memimpikan untuk berdiri langsung di hadapannya, memanjatkan doa, dan merasakan keagungan Baitullah secara langsung. Kemuliaan Ka’bah tidak terlepas dari penisbatannya kepada Allah sebagai pemiliknya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).” (QS. Quraisy: 3)
Mengenal bagian-bagian Ka’bah sebelum berangkat umroh atau haji bukan sekadar pengetahuan tambahan. Pemahaman ini akan membantumu menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah dengan benar saat berada di Tanah Suci, serta memaksimalkan setiap momen berdoa di tempat-tempat yang mustajab di sekitar Ka’bah. Berikut penjelasan lengkap bagian-bagian Ka’bah yang wajib kamu ketahui.

Bagian Luar Ka’bah
Bagian luar Ka’bah terbuka dan bisa jamaah kunjungi saat melaksanakan tawaf. Beberapa bagian di antaranya memiliki keutamaan khusus yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan dan ajarkan kepada para sahabatnya.
1. Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut tenggara Ka’bah. Titik ini menjadi penanda dimulainya tawaf, dan para jamaah disunahkan mencium atau mengusapnya apabila memungkinkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Hajar Aswad, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas:
نزل الحجر الأسود من الجنة وهو أشد بياضا من اللبن فسودته خطايا بني آدم
“Hajar Aswad turun dari Surga, ia lebih putih dari susu, namun dosa anak Adam menghitamkannya.” (HR. At-Tirmidzi)
Umar bin Khattab radhiyallahu anhu mengikuti Rasulullah dalam mencium Hajar Aswad. Beliau mengucapkan perkataan yang masyhur saat melakukannya:
إني أعلم أنك حجر، لا تضر ولا تنفع، ولولا أني رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يقبّلك ما قبلتك
“Sungguh aku tahu bahwa kau adalah batu, tidak memberi mudharat atau manfaat. Seandainya saya tidak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” (Muttafaq ‘alaih)
Perkataan Umar ini mengandung pelajaran akidah yang sangat penting: mencium Hajar Aswad bukan karena meyakini batu itu memiliki kekuatan, melainkan semata-mata karena mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Multazam
Multazam adalah area dinding Ka’bah yang berada di antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah. Para ulama menyebut Multazam sebagai salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas:
الْمُلْتَرَمُ مَوْضِعٌ يُسْتَجَابُ فِيْهِ الدُّعَاءُ مَا دَعَا اللَّهَ فِيْهِ عَبْدٌ إِلا اسْتَجَابَهُ
“Multazam merupakan tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa yang seorang hamba panjatkan di Multazam, kecuali akan Allah kabulkan.” (HR. Ahmad)
Adapun tata cara berdoa di Multazam, Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhu menggambarkan bagaimana beliau melihat Rasulullah melakukannya:
ثُمّ مَضَى حَتّى اسْتَلَمَ الْحَجَرَ وَأَقَامَ بَيْنَ الرّكْن وَالْبَابِ، فَوَضَعَ صَدْرَهُ وَوَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ وَكَفّيْهِ هَكَذَا وَبَسَطَهُما بَسْطاً ثُمّ قال: هَكَذَا رأَيْتُ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم يَفْعَلُهُ
“Kemudian berjalan hingga melewati Hajar Aswad, lalu berdiri di antara sudut Ka’bah dan pintu Ka’bah. Beliau menempelkan dada, wajah, lengan, dan kedua tangannya begini sambil membentangkan keduanya dengan lebar. Kemudian berkata: Beginilah saya melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukannya.” (HR. Abu Dawud)
3. Pintu Ka’bah
Pintu Ka’bah terbuat dari emas murni dan berfungsi sebagai satu-satunya akses masuk ke dalam Ka’bah. Posisinya berada di samping Hajar Aswad, tepat setelah area Multazam. Pintu Ka’bah tidak terbuka untuk umum dan hanya dibuka pada kesempatan-kesempatan tertentu yang sangat terbatas.
4. Rukun (Sudut) Ka’bah
Ka’bah memiliki empat sudut yang masing-masing menghadap ke arah mata angin yang berbeda. Pertama, Rukun Hajar Aswad di sudut tenggara, yaitu tempat Hajar Aswad berada dan titik awal serta akhir setiap putaran tawaf. Kedua, Rukun Yamani di sudut barat daya yang menghadap ke arah Yaman. Jamaah disunahkan mengusap Rukun Yamani saat tawaf sebagaimana yang Rasulullah lakukan. Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh bagian Ka’bah kecuali dua rukun di arah Yaman, yaitu Rukun Yamani dan Hajar Aswad.” (HR. Muslim)
Ketiga, Rukun Iraqi di sudut timur laut yang menghadap ke arah Irak. Keempat, Rukun Syami di sudut barat laut yang menghadap ke arah Syam atau Suriah. Dua rukun terakhir ini tidak ada amalan khusus yang disunahkan, sehingga jamaah cukup melewatinya saat tawaf tanpa mengusapnya.
5. Mizab atau Talang Emas
Mizab adalah talang air berlapis emas yang terletak di bagian atas Ka’bah, tepat di atas area Hijir Ismail. Fungsinya mengalirkan air hujan dari atap Ka’bah. Perlu kamu ketahui, banyak jamaah yang beranggapan bahwa berdoa di bawah Mizab saat hujan turun memiliki keistimewaan khusus. Namun tidak ada satu pun dalil yang sahih dari Al-Quran maupun hadist Nabi yang membenarkan anggapan tersebut, sehingga jamaah tidak perlu secara khusus mencari posisi di bawah Mizab untuk berdoa.
6. Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah yang dibatasi oleh tembok pendek setinggi sekitar satu meter. Area ini dulunya merupakan bagian dari bangunan Ka’bah asli. Ketika kaum Quraisy merenovasi Ka’bah saat Rasulullah berusia 35 tahun, dana halal yang mereka kumpulkan tidak mencukupi untuk membangun Ka’bah kembali sesuai pondasi asli Nabi Ibrahim. Karena itu mereka memisahkan bagian Hijir ini dengan tembok pendek. Karena dulunya bagian dari Ka’bah, berdoa di dalam Hijir Ismail memiliki keutamaan yang sama seperti berdoa di dalam Ka’bah.
7. Kiswah
Kiswah adalah kain hitam bersulam kaligrafi ayat-ayat Al-Quran yang menutupi seluruh permukaan luar Ka’bah. Pemerintah Arab Saudi mengganti Kiswah setiap tahun, biasanya pada musim haji. Kiswah menjadi salah satu pemandangan paling ikonik yang jamaah dari Kendari dan seluruh dunia saksikan saat pertama kali menatap Ka’bah secara langsung.
8. Syazarwan
Syazarwan adalah tembok melengkung dari marmer yang melingkari bagian bawah Ka’bah. Fungsinya sebagai pelindung dan penguat struktur bangunan Ka’bah bagian bawah. Saat tawaf, jamaah harus melewati bagian luar Syazarwan agar putaran tawafnya sah.
9. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim adalah bangunan kecil yang menyimpan sebuah batu dengan cetakan telapak kaki Nabi Ibrahim alaihissalam. Batu ini merupakan pijakan yang Nabi Ibrahim gunakan saat membangun Ka’bah bersama putranya Ismail. Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah disunahkan mendekati Maqam Ibrahim dan membaca:
وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Kemudian melaksanakan sholat sunnah tawaf dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah Maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang ruku, dan orang yang sujud.'” (QS. Al-Baqarah: 125)

Bagian Dalam Ka’bah
Bagian dalam Ka’bah memiliki desain yang sederhana namun sarat makna. Di dalamnya terdapat tiga pilar kayu yang menopang atap, lantai marmer, serta dinding yang dilapisi marmer dan kain hijau. Di lantai bagian dalam terdapat pula penanda tempat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan sholat di dalam Ka’bah. Masuk ke dalam Ka’bah tidak terbuka untuk jamaah umum dan hanya terjadi pada kesempatan yang sangat langka.
Kenali Ka’bah Lebih Dekat Sebelum Berangkat dari Kendari
Mengenal bagian-bagian Ka’bah sebelum berangkat umroh atau haji akan membuat ibadahmu jauh lebih bermakna dan terarah. Kamu tahu di mana Hajar Aswad berada, memahami kenapa Multazam begitu istimewa untuk berdoa, dan mengerti mengapa Hijir Ismail memiliki keutamaan yang luar biasa. Semua pengetahuan ini akan membantumu memaksimalkan setiap detik yang kamu habiskan di depan Ka’bah.
Solusi Haramain siap mendampingi jamaah dari Kendari dalam mempersiapkan perjalanan ibadah umroh dan haji secara menyeluruh, mulai dari pembekalan manasik hingga bimbingan langsung di Tanah Suci. Pelajari layanan kami di halaman Paket Umroh Solusi Haramain atau kenali kami lebih dekat di halaman Tentang Kami.
Konsultasi gratis, tanpa syarat apa pun. Hubungi tim Solusi Haramain sekarang melalui WhatsApp: Klik di sini untuk konsultasi langsung
Wallahua’lam bisshawab.











