Foto jamaah umrah dari Solusi Haramain Tour & Travel, penyedia layanan umrah dan haji terbaik di Kendari

7 Fakta di Balik Kubah Hijau Masjid Nabawi

Kubah hijau di Masjid Nabawi bukan sekadar bangunan ikonik yang menarik perhatian para peziarah. Lebih dari itu, kubah ini telah menjadi simbol kerinduan umat Islam kepada Rasulullah ﷺ

Di balik keindahannya, kubah hijau menyimpan sejarah panjang serta makna yang mendalam. Perubahan warna dari masa ke masa hingga proses pembangunannya menyimpan berbagai kisah menarik yang jarang diketahui

Masjid Nabawi sendiri merupakan masjid suci kedua bagi umat Islam yang terletak di Madinah Al-Munawwarah. Keunikan masjid ini terlihat dari perpaduan arsitektur Islam klasik dengan sentuhan teknologi modern. Salah satu bagian paling ikoniknya adalah Al-Qubbatul Khadhra atau kubah hijau

Berikut beberapa fakta menarik seputar kubah hijau Masjid Nabawi

1. Kubah di Atas Makam Rasulullah ﷺ

Kubah hijau berdiri tepat di atas Hujrah Syarifah, yaitu tempat dimakamkannya Nabi Muhammad ﷺ bersama dua sahabat beliau, Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab RA. Menariknya, terdapat dua lapisan kubah di area ini, yakni kubah luar yang terlihat dari kejauhan dan kubah lebih kecil di bagian dalam yang dibangun pada tahun 881 H sebagai pengganti atap kamar Rasulullah ﷺ

2. Sejarah Pembangunan dan Renovasi

Kubah Masjid Nabawi pertama kali dibangun pada tahun 678 H. Sebelum itu, terdapat pagar bata setinggi sekitar 0,9 meter di atap masjid yang mengelilingi kamar Nabi ﷺ sebagai bentuk penghormatan agar tidak dilintasi oleh orang yang berada di atas atap

Pada tahun 654 H terjadi kebakaran besar yang melanda Masjid Nabawi. Setelah itu, pada tahun 678 H, Sultan Qalawun As-Shalihi mengirim pekerja dari Mesir untuk melakukan renovasi, termasuk membangun kubah pertama di atas kamar Nabi ﷺ. Kubah ini awalnya terbuat dari kayu dengan bentuk segi empat di bagian bawah dan segi delapan di bagian atas, serta dilapisi timah agar air tidak meresap

Kondisi ini bertahan hingga tahun 881 H, ketika Sultan Asyraf Qaitbay melakukan pemugaran dan mengganti atap dengan kubah setinggi sekitar 9 meter dari kayu

Pada tahun 886 H terjadi kebakaran kedua. Kemudian pada tahun 888 H, Sultan Qaitbay kembali melakukan renovasi dan membangun kubah besar setinggi sekitar 28 meter yang terbuat dari batu bata dan ditopang pilar besar di sekitar kamar Nabi ﷺ. Karena muncul retakan, kubah ini dibangun ulang pada tahun 892 H

Awalnya kubah besar ini berwarna putih dan dilapisi timah. Namun pada tahun 1233 H, Sultan Mahmud Abdul Hamid Khan kembali membangunnya ulang. Hingga akhirnya pada tahun 1253 H, warna kubah diubah dari biru menjadi hijau, yang kemudian dikenal hingga sekarang sebagai kubah hijau Masjid Nabawi

 

3. Orang Terakhir yang Melihat Makam Rasulullah ﷺ

Pada tahun 88 H, Umar bin Abdul Aziz yang saat itu menjadi gubernur Madinah menutup kamar Nabi ﷺ dengan tembok permanen

Berabad-abad kemudian, tepatnya pada tahun 878 H, dilakukan pembongkaran karena kondisi tembok yang miring. Imam As-Samhudi dalam kitab Wafa Al-Wafa menceritakan bahwa beliau ikut menyaksikan proses tersebut. Ia dikenal sebagai salah satu orang terakhir yang melihat langsung makam Rasulullah ﷺ dan kedua sahabatnya sebelum kembali ditutup hingga sekarang

4. Makna Warna Kubah Hijau

Kubah ini pernah dikenal dengan berbagai nama sesuai warnanya, seperti Al-Qubbatul Baydha (kubah putih), Al-Qubbatuz Zarqa (kubah biru), dan Al-Qubbatul Fayha

Tidak ada penjelasan pasti mengenai alasan pemilihan warna hijau. Namun secara umum, warna hijau sering dikaitkan dengan ketenangan, harapan, serta gambaran kenikmatan surga dalam Islam

 

5. Fakta di Balik Gundukan di Kubah

Sempat beredar informasi keliru yang menyebut adanya “jenazah” di kubah hijau. Padahal, bagian tersebut merupakan celah yang berada tepat di atas makam Rasulullah ﷺ

Dahulu, celah ini dibuka saat pelaksanaan sholat istisqa. Ibnu Hajar Al-Asqalani meriwayatkan bahwa ketika terjadi paceklik di Madinah, Aisyah RA meminta agar dibuat celah di kamar Nabi ﷺ yang menghadap ke langit, hingga akhirnya turun hujan yang deras

 

6. Perkembangan di Masa Modern

Pada masa Kerajaan Arab Saudi, kubah-kubah di Masjid Nabawi terus dirawat dan diperbarui, termasuk lapisan pelindung serta sistem saluran air hujan. Pengecatan kubah hijau juga dilakukan secara berkala

Selain itu, dibangun 27 kubah modern yang dapat dibuka dan ditutup secara otomatis dengan berat masing-masing sekitar 80 ton. Kubah ini biasanya dibuka tiga kali sehari setelah shalat Subuh, Dzuhur, dan Isya untuk menjaga sirkulasi udara

 

7. Lokasi Kubah Hijau

Kubah hijau terletak di sisi tenggara Masjid Nabawi. Posisinya berada di lurusan Gerbang As-Salam nomor 315 dan sejajar dengan gerbang 369 dari arah depan

Para peziarah biasanya datang ke area ini untuk mengirimkan salam dan shalawat, serta mengabadikan momen di sekitar kubah hijau

 

Mengunjungi tempat penuh sejarah seperti ini tentu menjadi impian banyak umat Muslim. Melalui program umrah bersama Solusi Haramain Tour & Travel, perjalanan ibadah dapat dijalani dengan lebih terencana, nyaman, dan penuh ketenangan, sehingga setiap momen di Tanah Suci terasa lebih bermakna

Wallahu a’lam bishawab

Sumber: https://www.jejakimani.com/artikel/kubah-hijau-masjid-nabawi