Jamaah haji dan umroh melaksanakan tawaf di Masjidil Haram Makkah

Perbedaan Haji dan Umroh yang Wajib Diketahui Calon Jamaah

Musim haji telah tiba. Di seluruh penjuru Indonesia, termasuk di Kendari dan Sulawesi Tenggara, para calon jamaah mulai mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci. Di tengah kesibukan persiapan itu, satu pertanyaan sering muncul, terutama dari mereka yang baru pertama kali berencana berangkat: apa sebenarnya perbedaan haji dan umroh?

Keduanya memang melibatkan perjalanan ke Makkah dan melaksanakan serangkaian ibadah di Baitullah. Tapi keduanya adalah dua ibadah yang berbeda dari sisi hukum, waktu, rukun, dan rangkaian pelaksanaannya. Memahami perbedaan haji dan umroh sebelum berangkat adalah bagian penting dari persiapan yang matang.

Ribuan jamaah haji dan umroh melaksanakan tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram Makkah

Pengertian Haji dan Umroh

Secara bahasa, haji berarti menyengaja atau bermaksud menuju sesuatu. Secara istilah, haji adalah ibadah yang Allah wajibkan bagi setiap muslim yang mampu, yaitu menyengaja menuju Baitullah untuk melaksanakan serangkaian ritual ibadah pada waktu yang telah Allah tentukan. Haji merupakan rukun Islam yang kelima, yang tidak boleh seorang muslim yang mampu lewatkan seumur hidupnya.

Sedangkan umroh secara bahasa berasal dari kata i’tamara yang berarti berkunjung. Secara istilah, umroh adalah menyengaja menuju Baitullah untuk melaksanakan ibadah tertentu, yaitu tawaf, sa’i, dan tahallul, tanpa terikat waktu pelaksanaan tertentu. Para ulama menyebut umroh sebagai haji kecil karena rangkaiannya lebih singkat dan tidak memiliki rukun wukuf di Padang Arafah seperti haji.

Dalil Kewajiban Haji dan Umroh

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang kewajiban menyempurnakan kedua ibadah ini:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)

Adapun kewajiban haji secara khusus Allah tegaskan dalam firman-Nya:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)

Haji juga termasuk dalam salah satu rukun Islam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan secara langsung:

«بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ… وَحَجِّ الْبَيْتِ»

“Islam dibangun di atas lima (perkara)… dan menunaikan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perbedaan Hukum: Wajib vs Sunnah Muakkad

Perbedaan haji dan umroh yang pertama dan paling mendasar terletak pada hukumnya. Haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang mampu, sekali seumur hidup. Para ulama dari seluruh mazhab bersepakat atas kewajiban ini sehingga seseorang yang mengingkari kewajiban haji tanpa alasan yang dibenarkan dihukumi telah keluar dari Islam.

Adapun hukum umroh, para ulama berbeda pendapat. Mazhab Syafi’i dan Hanbali berpendapat umroh hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Sementara Mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat umroh hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan. Namun dalam keduanya, tidak ada satu pun ulama yang meremehkan keutamaan umroh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ»

“Dari satu umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perbedaan Waktu Pelaksanaan

Perbedaan haji dan umroh yang kedua terletak pada waktu pelaksanaannya. Haji hanya boleh dilaksanakan pada bulan-bulan haji yang telah Allah tentukan. Allah berfirman:

«الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ»

“(Waktu untuk mengerjakan ibadah) haji adalah beberapa bulan yang telah diketahui.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Bulan-bulan haji tersebut adalah Syawal, Zulqaidah, dan 10 hari pertama Zulhijjah, dengan puncak ibadah wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah. Karena itu, haji hanya bisa dilaksanakan satu kali dalam setahun, dan daftar tunggunya di Indonesia bisa mencapai puluhan tahun.

Berbeda dengan haji, umroh bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun tanpa terikat waktu tertentu. Inilah salah satu keutamaan umroh yang membuatnya bisa dijangkau lebih cepat oleh calon jamaah dari Kendari yang ingin segera memenuhi kerinduan beribadah di Tanah Suci tanpa harus menunggu antrean haji.

Perbedaan Rukun Ibadah

Perbedaan haji dan umroh yang ketiga dan paling teknis terletak pada rukunnya. Rukun adalah rangkaian ibadah yang wajib dilaksanakan dan tidak bisa digantikan dengan denda apabila ditinggalkan karena meninggalkannya membatalkan ibadah.

Rukun haji ada lima: niat ihram, wukuf di Padang Arafah, tawaf, sa’i, dan tahallul (memotong rambut). Sedangkan rukun umroh ada empat: niat ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Artinya, satu-satunya rukun yang membedakan haji dari umroh adalah wukuf di Padang Arafah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan betapa pentingnya wukuf dalam ibadah haji:

«الْحَجُّ عَرَفَةُ»

“Haji itu (intinya) adalah Arafah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah, shahih)

Wukuf adalah berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah. Ini adalah inti dari seluruh rangkaian ibadah haji yang tidak ada padanannya dalam ibadah umroh.

Jutaan jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah

  • Hukum: Haji wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Umroh wajib menurut Mazhab Syafi’i dan Hanbali, sunnah muakkadah menurut Mazhab Hanafi dan Maliki.
  • Waktu: Haji hanya pada bulan Syawal, Zulqaidah, dan 10 hari pertama Zulhijjah. Umroh bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
  • Rukun: Haji memiliki 5 rukun termasuk wukuf di Arafah. Umroh memiliki 4 rukun tanpa wukuf.
  • Durasi: Haji membutuhkan waktu sekitar 40 hari. Umroh bisa diselesaikan dalam 3 hingga 4 jam saja.
  • Frekuensi: Haji hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun. Umroh bisa dilakukan berkali-kali sepanjang tahun.

Sudah Siap Memenuhi Panggilan Allah dari Kendari?

Memahami perbedaan haji dan umroh adalah langkah awal yang penting sebelum kamu memutuskan untuk berangkat. Bagi jamaah dari Kendari dan Sulawesi Tenggara yang ingin segera beribadah di Tanah Suci tanpa harus menunggu antrean haji yang panjang, umroh adalah pilihan terbaik yang bisa kamu wujudkan dalam waktu dekat.

Solusi Haramain hadir sebagai travel umroh Kendari yang berizin resmi dan siap mendampingi perjalanan ibadahmu dari awal hingga kembali ke Kendari dengan selamat dan penuh keberkahan. Konsultasi gratis, tanpa syarat apa pun.

Hubungi kami via WhatsApp: Klik di sini untuk konsultasi langsung

Wallahua’lam bisshawab.